Unfinished Chapter
Judul: Unfinished Chapter
Penulis: Pryanka Safira
Ukuran: 14 x 20 cm
Jumlah halaman: 170
Cover: softcover
Harga: Rp115.000
ISBN: Sedang Diajukan
Dulu, mereka hanya dua siswa SMA yang saling jatuh cinta di antara riuhnya bel masuk dan tugas sekolah. Arry—murid teladan yang pendiam dan penuh rencana. Aleqa—siswi penuh warna yang sering kali menyimpan segalanya dalam diam. Mereka tumbuh bersama, saling mengisi di tengah masa remaja yang penuh tanda tanya.
Namun, seperti banyak kisah cinta yang datang terlalu cepat, keduanya berpisah sebelum sempat tahu apa yang sebenarnya mereka perjuangkan. Perpisahan itu datang tiba-tiba, tanpa perpisahan yang layak, tanpa penjelasan. Hanya jeda yang semakin menjauh, dan waktu yang memaksa mereka pura-pura baik-baik saja.
Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu kembali. Takdir mempertemukan Aleqa sebagai mahasiswa baru di kampus tempat Arry hampir menyelesaikan masa kuliahnya. Dunia mereka sudah berbeda, tapi getar yang sama masih mengendap—seolah masa lalu tak pernah benar-benar selesai, hanya menunggu momen untuk kembali muncul ke permukaan.
Aleqa mencoba berdamai dengan hidup barunya. Menyusun ulang langkah, membangun pertemanan, dan membungkam rasa yang tak ingin kembali. Sementara Arry, diam-diam masih menyimpan rasa bersalah, luka yang ia pendam sendiri, dan harapan yang tak pernah sempat disampaikan.
Namun ketika luka lama yang selama ini ditutup rapat mulai terbuka, keduanya dipaksa melihat kembali apa yang dulu pernah terjadi. Menghadapi kebenaran yang dulu mereka hindari. Dan menanyakan pada diri masing-masing—apakah semua yang belum selesai pantas untuk diperjuangkan lagi?
Unfinished Chapter bukan sekadar kisah cinta lama yang tertunda. Ini cerita tentang kehilangan yang tidak pernah diberi ruang untuk sembuh. Tentang dua orang yang pernah saling mengenal begitu dalam, lalu menjadi asing. Tentang jarak, waktu, dan segala hal yang tidak sempat disampaikan.
Karena tak semua cinta harus kembali untuk menjadi utuh.
Dan tak semua bab dalam hidup harus punya akhir yang jelas—beberapa cukup untuk dimengerti, meski tak pernah diselesaikan.
Pryanka Safira

Tinggalkan Balasan